Shaum Muharram dan Tasua Asyura: Keutamaan dan Tata Cara Melaksanakannya

Sahabat Yang Di Muliakan Oleh Allah,

Marhaban ya Muharram! Bulan yang penuh berkah dan keistimewaan telah tiba. Sebagai umat Muslim yang penuh cinta dan taat kepada Allah SWT, sudah seharusnya kita memahami dan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah yang ada, termasuk di antaranya shaum Muharram dan tasua Asyura. Dalam tulisan ini, kami akan membahas keutamaan-keutamaan di balik ibadah tersebut serta tata cara melaksanakannya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Shaum Muharram adalah ibadah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim, “Sebaik-baik puasa setelah puasa wajib adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Tasua Asyura adalah puasa tambahan yang dijalankan pada tanggal sembilan Muharram. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, “Puasa Tasua Asyura menghapus dosa satu tahun yang lalu.” Puasa ini juga dianjurkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan Nabi Musa dan umatnya dari penindasan Fir’aun.

Keutamaan Shaum Muharram

Pahala yang Besar

Melaksanakan shaum Muharram akan mendatangkan pahala yang besar di hadapan Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling afdhal setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Keutamaan ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memperhatikan dan menghargai ibadah yang dilakukan pada bulan Muharram. Oleh karena itu, kita sebagai umat Muslim sepatutnya menunaikan shaum tersebut dengan khusyuk dan ikhlas.

Pengampunan Dosa

Puasa Muharram juga memiliki keutamaan dalam pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, “Puasa satu hari pada bulan Muharram menggantikan dosa satu tahun yang lalu.”

Dengan melaksanakan shaum Muharram, kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan hati dari dosa-dosa, dan memperoleh pengampunan Allah SWT. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan ini dan jadikan shaum Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Keberkahan dan Perlindungan

Bulan Muharram juga dihiasi dengan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak tercegah memberikan rizki, keberkahan, dan perlindungan kepada hamba-Nya pada bulan Muharram.”

Ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan memberikan keberkahan dan perlindungan kepada mereka yang melaksanakan shaumMuharram dengan benar dan ikhlas. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah SWT agar memperoleh keberkahan dan perlindungan di bulan Muharram ini.

Tata Cara Melaksanakan Shaum Muharram dan Tasua Asyura

1. Niat yang Ikhlas

Sebelum melaksanakan shaum Muharram dan tasua Asyura, tentukan niat yang ikhlas semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Niatkan puasa untuk menunaikan ibadah sunnah dan mengharapkan ridha-Nya.

2. Memperbanyak Amalan Ibadah

Selain melaksanakan shaum, orang yang puasa Muharram juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah lainnya. Misalnya, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan bersedekah. Semua amalan ini akan memberikan pahala yang berlipat ganda di bulan yang penuh berkah ini.

3. Menjaga Keutamaan Hari Asyura

Hari Asyura adalah hari kesepuluh bulan Muharram. Selain shaum tambahan, Rasulullah SAW juga menyarankan untuk berpuasa pada hari ini. Allah SWT telah memberikan keistimewaan pada hari ini dengan menghapus dosa satu tahun yang lalu.

Menjaga keutamaan hari Asyura juga bisa dilakukan dengan berpuasa pada hari kesembilan dan sepuluh Muharram. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Jika aku masih hidup, aku akan berpuasa pada tanggal kesembilan Muharram.”

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Shaum Muharram dan Tasua Asyura

1. Apakah puasa Muharram wajib?

Tidak, puasa Muharram termasuk dalam ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan dilaksanakan, namun tidak wajib.

2. Apakah puasa Muharram berbeda dengan puasa Ramadan?

Ya, puasa Muharram adalah puasa sunnah, sedangkan puasa Ramadan adalah puasa wajib yang diwajibkan bagi umat Muslim.

3. Bagaimana cara mengkalkulasi puasa tasua Asyura?

Puasa tasua Asyura dilaksanakan pada tanggal sembilan Muharram, satu hari sebelum hari Asyura. Jika tanggal sembilan Muharram jatuh pada hari Sabtu atau Selasa, disunnahkan untuk berpuasa pada hari Asyura (tanggal sepuluh Muharram) juga.

Kesimpulan

Sahabat Yang Di Muliakan Oleh Allah, demikianlah ulasan tentang shaum Muharram dan tasua Asyura. Bulan ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk mendapatkan pahala besar, menghapus dosa, serta mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

Marilah kita menjalankan ibadah shaum Muharram dan tasua Asyura dengan penuh keikhlasan dan ikhtiar untuk memperbaiki diri. Jangan lupa untuk memperbanyak amalan ibadah lainnya dan menjaga keutamaan hari Asyura.

Jika Anda ingin membaca artikel lainnya seputar Islam dan ibadah sunnah, kunjungi website kami di [insert link to another article].

Mari kita jadikan bulan Muharram ini sebagai momentum yang baik untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan memberkahi usaha dan amalan kita semua. Aamiin.

Leave a Comment