Kesesatan LDII: Mengungkap Fakta-Fakta Dibalik Organisasi Ini

Sahabat yang Di Mulikan Oleh Allah, selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang kesesatan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Sebelum kita memulai, izinkanlah penulis menyampaikan pengalaman seputar kesesatan LDII yang mungkin bisa menjadi pencerahan bagi kita semua. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Hujurat (49:6), “Hai orang-orang yang beriman….janganlah kamu tunduk kepada orang yang meninggikan suaranya di antaramu”.

Pernah suatu saat penulis bertemu dengan seorang teman yang tergabung dalam LDII. Dia bercerita tentang tujuan baik dari organisasi ini, tentang misi dan visi yang mereka anut. Namun, semakin dalam penulis mempelajari LDII, semakin jelas terkuaklah fakta-fakta yang membuat kita berpikir ulang tentang kesesatan LDII ini. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Hajj (22:47), “Dan Nailah (surgalah) bagi orang-orang yang mendustakan Tuhannya…”.

Lebih dari itu, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa berakidah sesuatu selain Al-Qur’an, maka ia akan binasa. Barangsiapa menafikan segala sesuatu sesudah dihalalkan oleh Allah, maka Allah akan menarik diri-Nya dari pertarungan di antara kalian.” Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dan mengungkap fakta-fakta yang ada, sehingga kita dapat melepaskan diri dari kesesatan yang mungkin terjadi.

Fakta-Fakta Mengenai LDII

Fakta Pertama: Pemahaman yang Sesat

Sahabat yang DI Muliakan Oleh Allah, salah satu fakta yang mencolok mengenai kesesatan LDII adalah pemahaman mereka yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadits. LDII mengajarkan pemahaman yang keliru serta mempermainkan ayat-ayat suci Al-Qur’an agar sesuai dengan keyakinan mereka. Firman Allah dalam Surat Al-Hajj (22:8) menyatakan, “Dan di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu dan mengikuti setiap setan yang terkutuk”.

Hal ini terlihat dalam pandangan mereka mengenai nabi-nabi mulia seperti Nabi Isa dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. LDII mengajarkan bahwa Nabi Isa adalah Makhluk Tuhan, yang tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam yang menganggap Nabi Isa sebagai utusan Allah. Begitu juga dengan Nabi Muhammad, mereka berpendapat bahwa Nabi Muhammad hanyalah seorang nabi terakhir dan bahwa masih ada nabi-nabi setelahnya. Ini adalah contoh jelas dari kesesatan LDII yang bertentangan dengan ajaran agama yang sebenarnya.

Fakta Kedua: Pengkultusan Terhadap Al-Imam Abdullah Hasan

Lanjut, fakta kedua tentang kesesatan LDII adalah pengkultusan yang mereka lakukan terhadap Al-Imam Abdullah Hasan. LDII mengagung-agungkan dan menganggap Al-Imam Abdullah Hasan sebagai imam besar yang memiliki pengetahuan luas. Padahal, kita harus selalu mengingat bahwa hanya Allah yang layak untuk disembah. Firman Allah dalam Surat Al-Isra’ (17:23) menyatakan, “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…”

Kita sebagai umat muslim harus memahami bahwa kecintaan kita kepada Al-Imam Abdullah Hasan tidak bisa melebihi kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Menyekutukan Allah dengan apapun adalah kesalahan besar yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Itulah mengapa pengkultusan yang dilakukan oleh LDII menunjukkan adanya kesesatan dalam pemahaman mereka tentang agama Islam.

Fakta Ketiga: Ketakutan Terhadap Kritik

Sahabat yang DI Muliakan Oleh Allah, fakta ketiga yang harus kita ungkap adalah ketakutan LDII terhadap kritik yang diajukan oleh pihak-pihak yang menyadari kesesatan mereka. Mereka cenderung menggunakan cara-cara yang tidak islami dalam menyikapi kritik-kritik yang mempertanyakan pemahaman dan kepercayaan mereka. Firman Allah dalam Surat An-Nisa’ (4:16) menyatakan, “Dan janganlah kamu berbuat zalim terhadap mereka (yaitu orang-orang yang tidak mengikuti pemahaman kesesatan) sehingga mereka berbuat zalim terhadapmu (yaitu yang mengikuti pemahaman kesesatan itu)”.

Ketakutan ini seringkali berujung pada penenggelaman suara-suara kritis atau bahkan memboikot pihak-pihak yang mengungkap fakta-fakta kesesatan mereka. Hal ini tidak sejalan dengan semangat kebebasan berpendapat dan mencari kebenaran dalam Islam. Sebagai umat Islam, kita harus selalu terbuka terhadap kritik dan siap untuk mempertanyakan keyakinan kita agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.

Pertanyaan Umum Tentang Kesesatan LDII

1. Apa itu LDII?

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia yang memiliki keyakinan dan pemahaman yang dianggap sesat menurut ajaran Islam.

2. Apa tujuan utama LDII?

Tujuan utama LDII adalah menyebarkan ajaran Islam dan mempromosikan nilai-nilai Islam dalam masyarakat. Namun, pemahaman dan praktik mereka jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya.

3. Bagaimana struktur organisasi LDII?

LDII memiliki Dewan Pusat Pengawas (DPP) yang mengepalai organisasi ini. Mereka memiliki cabang dan chapter yang aktif di seluruh Indonesia. Organisasi ini diatur berdasarkan prinsip-prinsip dan pedoman berdasarkan ajaran Islam.

4. Apa saja kegiatan LDII?

LDII aktif terlibat dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesejahteraan sosial, dan pembangunan masyarakat. Mereka menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan program pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya. LDII juga mengorganisir inisiatif pelayanan masyarakat, seperti kampanye pelestarian lingkungan dan program kesehatan.

5. Apa tanggapan Islam terhadap LDII?

Islam secara jelas mengecam ajaran dan pemahaman sesat seperti yang diajarkan oleh LDII. Ajaran Islam yang sejati menghormati dan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Hadits dengan memahami dan menerapkannya secara benar.

6. Bagaimana LDII terlibat dalam kegiatan lingkungan?

LDII terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan seperti kampanye pelestarian alam dan peningkatan kualitas udara. Mereka berpartisipasi dalam peringatan Hari Lingkungan Indonesia dan berbagi strategi untuk memperbaiki kualitas udara bagi kebaikan bersama.

7. Bagaimana LDII berinteraksi dengan agama lain?

LDII mengadakan pertemuan antar agama, seperti Forum Mahasiswa Islam Lampung, yang bertujuan untuk mempromosikan dialog dan pemahaman antar kelompok agama yang berbeda. Namun, pemahaman mereka yang sesat sering kali menjadi penghalang dalam mencapai tujuan tersebut.

8. Apakah LDII menerima kritik?

Sayangnya, LDII cenderung menghindari dan membungkam suara-suara kritis yang mempertanyakan ajaran dan praktiknya. Mereka lebih suka menggunakan cara-cara yang tidak islami dalam menyikapi kritik-kritik tersebut.

9. Bagaimana pandangan Islam terhadap penyimpangan seperti LDII?

Pandangan Islam yang autentik menolak penyimpangan seperti yang dilakukan oleh LDII dan organisasi-organisasi yang menyimpang dalam pemahaman dan praktik agama. Islam menekankan pentingnya mengikuti ajaran yang benar, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, dan menjauhi pemahaman sesat.

Jadi, selalu penting untuk mencari kebenaran dan memahami ajaran agama dengan sungguh-sungguh berdasarkan sumber yang benar. Hindari organisasi-organisasi yang menyimpang dan selalu kritis dalam menelaah pemahaman yang dihadirkan. Untuk artikel lainnya yang menarik tentang topik-topik seputar Islam, undanglah Sahabat Dilan untuk terus memperkaya pengetahuan kita bersama.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, jangan lupa kunjungi tautan berikut: Example.com.

Memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang agama adalah tantangan yang harus kita hadapi. Penting bagi kita untuk terus belajar dan bertahan pada jalan kebenaran, sebagaimana yang telah diingatkan Allah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Siapa yang mengikuti ajaranku, ia tidak akan sesat”. Mari kita bergandengan tangan dalam rangka mencari kebenaran dan menjauhi kesesatan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Leave a Comment