Pengertian, Dalil, dan Hukum Isbal dalam Islam

Sahabat yang Dihormati oleh Allah,

Selamat datang di artikel kami yang membahas tentang isbal, yaitu perihal memperpanjang pakaian melebihi mata kaki. Artikel ini akan menjelaskan secara detail pengertian isbal, dalil-dalil yang menjadi dasar larangan isbal, dan bagaimana hukumnya menurut para ulama.

Sebagai seorang yang memiliki pengalaman dalam mempelajari hukum isbal, kami berharap artikel ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam mengenai masalah ini. Dalam mengupasnya, kami akan merujuk kepada Hadits dan Al-Qur’an yang berkaitan dengan hukum isbal.

Pengertian Isbal dalam Islam

1. Pengertian Isbal secara Linguistik dan dalam Terminologi Islam

Pada dasarnya, isbal memiliki pengertian sebagai tindakan memperpanjang pakaian hingga melebihi mata kaki. Dalam terminologi Islam, isbal adalah mengenakan pakaian yang melampaui batas yang telah ditetapkan. Isbal ini umumnya berlaku untuk pakaian laki-laki, sedangkan bagi perempuan, batasan pemakaian pakaian memiliki aturan yang berbeda.

2. Dalil Larangan Isbal Menurut Hadits dan Al-Qur’an

Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw merupakan dua sumber utama dalam menentukan hukum isbal. Beberapa hadits yang menerangkan larangan isbal antara lain adalah:

1. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Celana adalah sebatas di bawah pergelangan kaki, barangsiapa yang memanjangkannya, maka dia telah melampaui batasan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)

2. Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memanjangkan pakaiannya dengan sengaja untuk bersolek, maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah juga berfirman mengenai penampilan berlebihan dan pemborosan, yang dapat menjadi dasar larangan isbal bagi umat muslim. Hal ini ditegaskan dalam Surat Al-A’raf ayat 31, “Hai Bani Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap masjid, dan makan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa isbal adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam.

Hukum Isbal Menurut Para Ulama

1. Hukum Isbal Haram Mutlak

Sebagian ulama berpendapat bahwa isbal hukumnya haram mutlak, atau larangan tersebut merupakan larangan yang bersifat mutlak bagi umat Islam. Beberapa ulama yang berpendapat demikian adalah:

1. Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaniy

Ibnu Hajar Al-Asqolaniy adalah seorang ulama dari kalangan Syafi’i yang berpendapat bahwa isbal hukumnya haram mutlak. Bagi Ibnu Hajar, isbal termasuk dalam kategori perbuatan yang melampaui batas yang telah ditetapkan dalam Islam.

2. Syaikh Bin Bazz

Syaikh Bin Bazz, seorang ulama dari kalangan Wahhabi, juga berpendapat bahwa isbal hukumnya haram mutlak. Pandangan ini didasarkan pada dalil-dalil yang memberikan penjelasan tentang larangan dan konsekuensi negatif dari isbal.

3. Syaikh Al-Utsaimin

Syaikh Al-Utsaimin, seorang ulama dari kalangan Salafi, juga mendukung pandangan bahwa isbal hukumnya haram mutlak. Beliau berpendapat bahwa isbal termasuk dalam bentuk perbuatan yang dilarang dalam Islam, serta berpotensi menumbuhkan sifat sombong dan merusak kesederhanaan yang dianjurkan oleh agama Islam.

2. Hukum Isbal Makruh

Sebagian ulama berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh, atau termasuk dalam tindakan yang tidak dianjurkan dalam Islam. Beberapa ulama yang berpendapat demikian adalah:

1. Al-Imam Asy-Syafi’iy

Al-Imam Asy-Syafi’iy, salah satu pendiri dari mazhab Syafi’i, berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh. Menurutnya, meskipun tidak termasuk dalam kategori larangan yang mutlak, praktik isbal tetap tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan sifat sombong.

2. Al-Imam An-Nawawi

Al-Imam An-Nawawi, seorang ulama dari kalangan Syafi’iyah, juga berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh. Bagi An-Nawawi, isbal termasuk dalam perbuatan yang berpotensi mendekati larangan, meskipun tidak dianggap sebagai perbuatan yang melampaui batas mutlak.

3. Al-Imam Ibnu Qudamah

Al-Imam Ibnu Qudamah, seorang ulama dari mazhab Hambali, juga berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh. Menurutnya, isbal termasuk dalam kategori perbuatan yang sebaiknya dihindari karena dapat membuka pintu keburukan lainnya.

4. Al-Imam Ibnu Abdil Barr

Al-Imam Ibnu Abdil Barr, seorang ulama dari Mâlikî, berpendapat bahwa isbal hukumnya makruh. Bagi Ibnu Abdil Barr, isbal adalah perbuatan yang berada pada batasan antara yang dilarang dan yang diizinkan, sehingga bisa mengarah pada keburukan yang lebih besar.

3. Hukum Isbal Mubah atau Boleh

Sebagian ulama berpendapat bahwa isbal hukumnya mubah atau diizinkan dalam Islam. Beberapa ulama yang berpendapat demikian adalah:

1. Al-Imam Abu Hanifah

Al-Imam Abu Hanifah, pendiri dari mazhab Hanafi, berpendapat bahwa isbal hukumnya mubah atau diizinkan. Menurutnya, isbal termasuk dalam perbuatan yang tidak memiliki larangan khusus dan tidak berhubungan dengan masalah agama secara langsung.

2. Al-Imam Ahmad Bin Hanbal

Al-Imam Ahmad Bin Hanbal, pendiri dari mazhab Hambali, juga berpendapat bahwa isbal hukumnya mubah atau diizinkan. Bagi Imam Ahmad, isbal bukanlah perkara yang terlarang dalam Islam dan lebih bersifat pemilihan pribadi umat Muslim.

3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang ulama dari kalangan Salafi, juga berpendapat bahwa isbal hukumnya mubah atau diizinkan. Menurut Ibnu Taimiyah, isbal bukanlah masalah yang utama dalam ajaran agama Islam dan lebih bersifat permasalahan pribadi individu.

4. Al-Imam Asy-Syaukani

Al-Imam Asy-Syaukani, seorang ulama dari Mâlikî, berpendapat bahwa isbal hukumnya mubah atau diizinkan. Bagi Asy-Syaukani, isbal bukanlah perkara yang melanggar syariat Islam dan lebih bersifat pemilihan pribadi individu.

FAQ Mengenai Hukum Isbal

1. Apa pengertian isbal?

Pengertian isbal adalah tindakan memperpanjang pakaian melebihi mata kaki.

2. Mengapa isbal dilarang dalam Islam?

Isbal dilarang dalam Islam karena melampaui batas yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Isbal juga dapat menimbulkan sifat sombong dan membawa dampak negatif lainnya.

3. Apakah isbal hukumnya wajib atau hanya dianjurkan?

Isbal hukumnya dilarang, dan pendapat para ulama berkisar antara haram mutlak, makruh, atau mubah. Tidak ada pendapat ulama yang menyatakan bahwa isbal itu wajib.

4. Apakah isbal hanya berlaku untuk pakaian laki-laki?

Isbal dikenakan larangan terutama bagi pakaian laki-laki. Namun, bagi perempuan, isbal juga berlaku dalam konteks tertentu, misalnya memperpanjang rok melebihi mata kaki. Batasan pemakaian pakaian berbeda untuk laki-laki dan perempuan dalam Islam.

5. Apakah isbal masih berlaku dalam zaman modern ini?

Isbal berlaku dalam setiap zaman dan tetap menjadi bagian dari ajaran Islam yang harus diikuti oleh umat Muslim.

6. Apakah isbal hanya berlaku pada sarung?

Tidak, isbal tidak hanya berlaku pada sarung. Isbal juga berlaku pada jenis pakaian lainnya, seperti celana panjang dan pakaian lain yang dapat diperpanjang melebihi mata kaki.

7. Apakah isbal hukumnya dapat dimaafkan jika dilakukan tanpa sengaja?

Isbal tetap dihukumi sesuai dengan niat dan kesengajaan individu yang melakukannya. Jika seseorang melakukan isbal dengan sengaja, maka hukumannya tetap berlaku.

8. Apakah isbal hanya berlaku bagi muslim yang taat?

Isbal berlaku bagi seluruh umat Muslim tanpa memandang sejauh mana keimanan dan ketakwaan seseorang.

9. Apakah ada hukuman bagi mereka yang melanggar larangan isbal?

Bagi mereka yang melanggar larangan isbal, hukumannya dapat beragam tergantung pada motivasi dan intensitas pelanggaran. Namun, isbal yang dilakukan dengan sengaja dan tanda-tanda sombong akan mendapatkan hukuman yang lebih berat.

10. Apakah ada pengecualian dalam penggunaan isbal?

Tidak ada pengecualian yang secara khusus diatur dalam penggunaan isbal. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya menghindari praktik isbal dan mematuhi larangan yang telah ditetapkan oleh agama Islam.

Kesimpulan

Sahabat yang Dihormati oleh Allah, demikianlah pembahasan kita mengenai hukum isbal dalam Islam. Melalui artikel ini, kita dapat memahami pengertian isbal, dasar-dasar larangan isbal menurut Al-Qur’an dan Hadits, serta berbagai pandangan ulama mengenai hukum isbal. Disamping itu, kita juga menjawab berbagai pertanyaan populer terkait isbal dalam FAQ kami. Sebagai muslim, penting bagi kita untuk memahami dan mematuhi larangan isbal ini guna menjaga kesucian dan kesopanan dalam berpakaian sesuai dengan ajaran agama Islam. Jika masih ada kebingungan atau pertanyaan lebih lanjut mengenai hukum isbal, disarankan untuk mencari pengetahuan lebih dalam dan berkonsultasi kepada ulama yang kompeten. Mari kita bersama-sama meningkatkan pemahaman kita tentang agama Islam dan melakukan yang terbaik dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya.

Untuk membaca artikel-artikel yang lain, kami mengundang Anda untuk mengunjungi platform kami yang memiliki beragam konten Islami yang bermanfaat. Jangan lewatkan kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan pemahaman kita tentang agama Islam.

Mari kita bersama-sama menaati ajaran Islam dan menjaga kesucian diri kita melalui pemilihan pakaian yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Teruslah belajar dan mencari ilmu pengetahuan, dan jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada ulama yang kompeten untuk memperdalam pemahaman kita tentang hukum isbal dalam Islam.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Jazakumullah khairan.

Sumber: [article]

Leave a Comment